Showing posts with label matematika diskrit. Show all posts
Showing posts with label matematika diskrit. Show all posts

Fungsi Pembangkit - Teknik Menghitung


Fungsi pembangkit di dalam matematika diskrit sering kali digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah menghitung.

Fungsi pembangkit juga dapat digunakan untuk menyelesaikan relasi rekursif. Pembuktian identitas dalam kombinatorial juga dapat menggunakan fungsi pembangkit.

Apa itu Fungsi Pembangkit


Fungsi pembangkit adalah fungsi yang berbentuk deret kuasa yang digunakan untuk merepresentasikan barisan secara efektif dengan menjadikan suku-suku barisan menjadi koefisien dari variabel \(x\) di dalam bentuk formal deret kuasa.

Fungsi pembangkit dibagi menjadi dua yaitu fungsi pembangkit biasa dan fungsi pembangkit eksponensial.

Definisi formal fungsi pembangkit biasa untuk suatu barisan sebagai berikut

DEFINISI
Fungsi pembangkit biasa untuk barisan \(\left(a_{0}, a_{1}, a_{2}, \cdots, a_{k}, \cdots\right)\) adalah deret tak hingga\[G(x):=\sum_{k=0}^{\infty}a_{k}x^{k}=a_{0}+a_{1}x+a_{2}x^{2}+a_{3}x^{3}\cdots\]

Mari kita lihat contoh soal penggunaan dari definisi fungsi pembangkit di atas

Contoh Soal 1
Fungsi pembangkit biasa dari barisan konstan \((2, 2, 2, 2, \cdots)\) adalah\[G(x)=\sum_{k=0}^{\infty}2 x^{k}=2+2x+2x^{2}+2x^{3}+\cdots\]Sedangkan fungsi pembangkit untuk barisan \((a_{k})\) dengan \(a_{k}=k+2\) adalah\[G(x)=\sum_{k=0}^{\infty}(k+2) x^{k}=2+3x+4x^{2}+5x^{3}+\cdots\]Dan fungsi pembangkit untuk barisan \(a_{k}=3^{k}\) adalah fungsi\[G(x)=\sum_{k=0}^{\infty}\left(3^{k}\right) x^{k}=1+3x+9x^{2}+27x^{3}+\cdots\]
Berikut adalah beberapa macam-macam deret kuasa yang biasa dijadikan rujukan dalam  fungsi pembangkit
\[
\begin{eqnarray*}
e^{x}&=&\sum_{n=0}^{\infty}\frac{x^{n}}{n!}\\
&=&1+x+\frac{x^{2}}{2!}+\frac{x^{3}}{3!}+\cdots\\
\frac{1}{1-x}&=&\sum_{n=0}^{\infty}x^{n}\\
&=&1+x+x^{2}+x^{3}+\cdots\\
\frac{1}{(1-x)^{2}}&=&\sum_{n=0}^{\infty}(n+1)x^{n}\\
&=&1+2x+3x^{2}+4x^{3}+\cdots\\
\frac{1}{1-ax}&=&\sum_{n=0}^{\infty}a^{n}x^{n}\\
&=&1+ax+a^{2}x^{2}+a^{3}x^{3}+\cdots\\
\frac{1}{1-x^{r}}&=&\sum_{n=0}^{\infty}x^{rn}\\
&=&1+x^{r}+x^{2r}+x^{3r}+\cdots\\
(1+x)^{n}&=&\sum_{k=0}^{n}C(n,k)x^{k}
\end{eqnarray*}
\]


Contoh 1 di atas yang dicari adalah fungsi pembangkit dari suatu barisan yang diketahui. Contoh berikut kebalikannya, dicari barisan dengan fungsi pembangkit yang diketahui.

Contoh Soal 2
Fungsi \(\frac{1}{1-x}\) merupakan fungsi pembangkit dari barisan \((1, 1, 1, 1, \cdots)\) karena\[\frac{1}{1-x}=\sum_{k=0}^{\infty} x^{k}=1+x+x^{2}+x^{3}+\cdots\]untuk \(|x|<1\).

Contoh Soal 3
Fungsi \(f(x)=e^{x}\) merupakan fungsi pembangkit untuk barisan \((1, 1, \frac{1}{2!}, \frac{1}{3!}, \cdots)\) karena\[e^{x}=\sum_{k=0}^{\infty} \frac{x^{k}}{k!}=1+x+\frac{x^{2}}{2!}+\frac{x^{3}}{3!}+\cdots\]
Beberapa contoh soal berikut adalah mencari fungsi pembangkit dari barisan yang khusus

Contoh Soal 4
Fungsi pembangkit dari barisan \((0, 0, \frac{1}{2!}, \frac{1}{3!}, \frac{1}{4!}, \cdots)\) adalah
\[\begin{eqnarray*}
G(x)&=&0+0+\frac{1}{2!}x^{2}+\frac{1}{3!}x^{3}+\frac{1}{4!}x^{4}+\cdots\\
&=&\left(1+x+\frac{1}{2!}x^{2}+\frac{1}{3!}x^{3}+\frac{1}{4!}x^{4}+\cdots \right)-(1+x)\\
&=&e^{x} - (1+x)
\end{eqnarray*}
\]Oleh karena itu fungsi pembangkit yang diinginkan adalah fungsi \(\boldsymbol{e^{x}-1-x}\).

Contoh soal sebelumnya membahas fungsi pembangkit untuk barisan yang tak hingga. Namun, fungsi pembangkit juga dapat digunakan pada barisan yang berhingga.

Contoh Soal 5
Fungsi pembangkit dari barisan \((1,1,1,1,1)\) adalah
\[\begin{eqnarray*}
G(x)&=&1+x+x^{2}+x^{3}+x^{4}\\
&=&\left(1+x+x^{2}+x^{3}+x^{4}+\cdots\right) - \left(x^{5}+x^{6}+x^{7}+x^{8}+\cdots\right)\\
&=&\frac{1}{1-x}- x^{5}\left(1+x+x^{2}+x^{3}+x^{4}+\cdots\right) \\
&=&\frac{1}{1-x} - \frac{x^{5}}{1-x}\\
&=&\frac{1-x^{5}}{1-x}
\end{eqnarray*}
\]Oleh karena itu fungsi pembangkit yang dicari adalah fungsi \(\boldsymbol{\frac{1-x^{5}}{1-x}}\).

Mulai dari awal tadi anda mungkin secara sadar bahwa dalam fungsi pembangkit banyak menggunakan deret tak hingga.

Deret tak hingga yang didefinisikan pada fungsi pembangkit tersebut digolongkan dalam deret kuasa.

Sifat Deret Kuasa

Karena dalam pembahasan fungsi pembangkit, kita banyak melibatkan deret kuasa, maka akan kita tinjau beberapa sifat dari deret kuasa

Teorema
Misalkan \(f(x) = \sum\limits_{k=0}^{\infty}a_{k}x^{k}\) dan \(g(x) = \sum\limits_{k=0}^{\infty}b_{k}x^{k}\) maka
\[
\begin{eqnarray*}
f(x)+g(x)&=&\sum\limits_{k=0}^{\infty}\left(a_{k}+b_{k}\right) x^{k}\\
f(x)\cdot g(x)&=&\sum\limits_{k=0}^{\infty}\left(\sum\limits_{j=0}^{k}a_{j}b_{k-j}\right)x^{k}
\end{eqnarray*}
\]

Contoh Soal 6
Misalkan fungsi \(f(x)= \frac{1}{(1-x)^{2}}\). Tentukan barisan yang fungsi pembangkitnya adalah fungsi \(f(x)\)!

Solusi Contoh soal 6
Berdasarkan deret kuasa dari fungsi \(f(x)\) diperoleh\[\frac{1}{1-x}=1+x+x^{2}+x^{3}+\cdots\]Berdasarkan teorema di atas didapatkan
\[\frac{1}{1-x}\cdot\frac{1}{1-x}=\sum\limits_{k=0}^{\infty}\left(\sum\limits_{j=0}^{k}1\right)x^{k}=\sum\limits_{k=0}^{\infty}(k+1)x^{k}
\]Oleh karena itu, barisan yang dicari adalah \(a_{k}=k+1\) yaitu \((1,2,3,4,5,\cdots)\).

Penggunaan fungsi pembangkit dalam menyelesaikan masalah perhitungan juga seringkali melibatkan teorema binomial dengan pangkat tidak hanya bilangan bulat positif.

Oleh karena itu diperlukan koefisien binomial yang diperluas.

DEFINISI
Misalkan \(u\) adalah bilangan riil dan \(k\) adalah bilangan bulat tak negatif. Maka koefisien binomial diperluas \(\left(\begin{array}{c}u\\k\end{array}\right)\) yang didefinisikan dengan
\[
\left(\begin{array}{c}u\\k\end{array}\right):=\left\{\begin{array}{ll}u(u-1)(u-2)\cdots\frac{(u-k+1)}{k!}&\quad\text{jika } k>0\\1,&\quad\text{jika }k=0\end{array}
\right.
\]

Ketika parameter atas pada koefisien binomial meruapakan bilangan bulat negatif, maka koefisien binomial diperluas ini dapat disajikan dengan koefisien binomial biasa, yaitu\[\left(\begin{array}{c}-n\\r\end{array}\right)=(-1)^{r}\left(\begin{array}{c}n+r-1\\r\end{array}\right)\]Sehingga mengantarkan kita pada teorema binomial berikut

Teorema Binomial Diperluas
Misalkan \(x\) adalah bilangan riil dengan \(|x|<1\) dan misalkan \(u\) merupakan bilangan riil. Maka\[\left(1+x\right)^{u}=\sum_{k=0}^{\infty}\left(\begin{array}{c}u\\k\end{array}\right)x^{k}\]

Sekarang kita akan melihat beberapa aplikasi dari fungsi pembangkit untuk teknik menghitung

Fungsi Pembangkit untuk Kombinasi


Masalah menghitung tingkat lanjut dapat menggunakan fungsi pembangkit dalam solusinya.

Kalau di dalam masalah kombinasi, Anda sering menghitung banyaknya cara untuk memilih suatu cara dengan bilangan yang tetap.

Bagaimana kalau pemilihan cara ini dengan bilangan yang umum dan objek pun umum.

Bingung??hehe

Mari lihat contoh di bawah ini.

===================
Soal Contoh 7
Misalkan terdapat tiga objek \(a, b\) dan \(c\). Syarat pengambilan objek tersebut sebagai berikut
Objek \(a\) boleh diambil paling banyak 2 kali
Objek \(b\) boleh diambil paling banyak 1 kali
Objek \(c\) boleh diambil paling banyak 1 kali
Ada berapa banyak cara pengambilan \(k\) objek dengan syarat di atas ?

Solusi Soal Contoh 7
Misalkan \(a_{k}\) adalah banyak cara pengambilan \(k\) objek dengan syarat yang ditentukan.

Fungsi pembangkit untuk masalah ini adalah\[\boldsymbol{P(x)=\sum_{k=0}^{\infty}a_{k}x^{k}}\]Berdasarkan syarat yang ditentukan
Objek \(a\) dapat dipilih 0, 1, dan 2 kali, bbjek \(a\) dapat dipilih 0 dan 1kali, objek \(a\) dapat dipilih 0 dan 1 kali

Maka fungsi pembangkit yang dipakai adalah\[
\begin{eqnarray*}
P(x)&=&\left[(ax)^{0}+(ax)^{1}+(ax)^{2}\right]\left[(bx)^{0}+(bx)^{1}\right]\left[(cx)^{0}+(cx)^{1}\right]\\
&=&\left(1+ax+a^{2}x^{2}\right)\left(1+bx\right)\left(1+cx\right)\\
&=&1+(a+b+c)x+(ab+bc+ac+a^{2})x^{2}+(abc+a^{2}b+a^{2}c)x^{3}+(a^{2}bc)x^{4}
\end{eqnarray*}
\]Jika dilhat persamaan terakhir, koefisien \(x^{k}\) mengindikasikan memilih \(k\) objek dengan syarat yang telah ditentukan.

Jadi, jika \(a=b=c=d=1\) maka koefisien \(x^{k}\) menyatakan banyaknya cara memilih \(k\) objek tersebut.

Sehingga, persamaan pembangkit dari masalah ini menjadi\[
\begin{eqnarray}
P(x)&=&1+3x+4x^{2}+3x^{3}+x^{4}\\
P(x)&=&(1+x+x^{2}+x^{3})(1+x)(1+x)
\end{eqnarray}
\]===================
Soal Contoh 8
Tentukan fungsi pembangkit untuk banyaknya cara memilih \(r\) objek dari \(n\) objek, dengan pengulangan tidak diperkenankan.

Penyelesaian Soal Contoh 8
Karena pengulangan tidak diperbolehkan maka pengambilang masing-masing objek hanya boleh 0 dan 1 kali.

Jadi fungsi pembangkit adalah\[
\begin{array}
G(x)&=&\underbrace{(1+x)(1+x) \cdots (1+x)}_{n}\\
&=&(1+x)^{n}\\
&=&\sum\limits_{k=0}^{\infty}C(n,k)~x^{k}
\end{array}
\]
Baca selengkapnya

Kaidah Perkalian dan Kaidah Penjumlahan - Teknik Menghitung Dasar

kaidah perkalian dan kaidah penjumlahan


Matematika selalu memberikan solusi dari setiap masalah yang timbul. Salah satu soal dalam kehidupan sehari-hari yang sering Anda jumpai adalah menghitung. Anda tidak akan bisa lepas dari menghitung setiap hari di kehidupan Anda. Salah satu bentuk kegiatan menghitung di sini adalah menghitung alternatif dari beberapa kemungkinan kejadian dalam suatu aktifitas Anda.

Ketika mau belanja di pasar, timbul pertanyaan "Berapa banyak pilihan yang dimiliki untuk memasak sebuah resep sayuran jika tersedia beberapa jenis sayur yang tersedia di pasar?"

Memasuki kamar dan mau berpakaian, Anda akan dihadapkan masalah menghitung "Berapa banyak alternatif yang Anda miliki untuk memakai pakaian ketika Anda membuka lemari terdapat sekian baju dan bawahan?"

Mau merencanakan bepergian ke luar kota, pilihan yang akan Anda pertanyakan bisa jadi berupa "Berapa banyak cara memilih rute penerbangan dari kota A ke kota C dengan terlebih dahulu transit di kota B jika masing-masing tujuan memiliki jadwal penerbangan yang berbeda?"

Masalah menghitung muncul dan dipelajari secara sistematis melalui matematika dan ilmu komputer. Salah satu cabang ilmu matematika yang membahas ini adalah kombinatorika. Matematika menjelaskan masalah menghitung mulai dari dasar sampai tingkat lanjut.

Anda dan saya akan melihat terlebuh dahulu teknik dasar menghitung tingkat dasar terlebih dahulu kali ini. Dua kaidah yang akan dikenalkan berikut akan menjadi dasar dalam teknik menghitung dan menunjukkan bagaimana mereka bisa digunakan untuk menyelesaikan beberapa masalah menghitung yang berbeda.

Kaidah Perkalian


Misalkan suatu prosedur bisa dipecah menjadi dua pekerjaan. Jika terdapat $n_{1}$ cara untuk melakukan pekerjaan pertama dan $n_{2}$ cara untuk melakukan pekerjaan kedua, maka terdapat $\boldsymbol{n_{1}n_{2}}$ cara untuk menyelesaikan prosedur tersebut.

Coba Anda perhatikan aturan atau kaidah yang didefinisikan di atas. Jika Anda lihat secara teliti, kalimat kunci yang dimiliki dalam kaidah perkalian adalah prosedur itu bisa dipecah menjadi dua pekerjaan dan harus dilalukan keduanya. Contoh berikut menjelaskan bagaiman kaidah perkalian digunakan

Contoh 1
Suatu perusahaan baru memiliki dua karyawan, Andi dan Budi. Perusahaan tersebut menyewa satu lantai di suatu gedung perkantoran yang terdiri dari 10 kantor setiap lantainya. Berapa banyak cara menempatkan karyawan tersebut ke dalam kantor yang berbeda?

Pembahasan Contoh 1
Prosedur untuk menempatkan dua karyawan tersebut ke dalam kantor yang berbeda memuat pekerjaan memberikan sebuah kantor untuk Andi, yang bisa dilakukan dengan 10 cara, dan menempatkan Budi ke kantor yang berbeda dengan Andi, yang tentunya bisa dilakukan dengan 9 cara karena satu kantor sudah milik Andi. Berdasarkan kaidah perkalian, terdapat $10 \cdot 9 = 90$ cara untuk menempatkan dua karyawan tersebut.

Contoh 2
Suatu event organizer (EO) akan memberikan tanda kursi di dalam auditorium dengan huruf dan bilangan bulat positif tak lebih dari 100. Banyak kursi terbesar yang bisa dilabeli berbeda, tidak ada kursi dengan label yang sama, oleh EO tersebut adalah $\cdots$

Pembahasan Contoh 2
Prosedur melabeli kursi terdiri dari dua pekerjaan. Pertama memberikan label huruf alfabet sebanyak 26 dan kedua memberikan angka setelahnya sebanyak 100 kemungkinan bilangan bulat positif. Kaidah perkalian menunjukkan bahwa terdapat $26 \cdot 100 = 2600$ cara melabeli kursi tersebut. Oleh karena itu, banyak terbesar kursi yang bisa dilabeli secara berbeda adalah $\boldsymbol{2600}$.

Contoh 3
Pada suatu sekolah SMA terdapat 12 kelas. Masing-masing kelas mempunyai siswa sebanyak 30 siswa. Berapa banyak siswa yang berada di sekolah tersebut?

Pembahasan Contoh 3
Prosedur menghitung siswa bisa dipecah menjadi menghitung kelas yang ada dan menghitung siswa di sebarang kelasnya. Berdasarkan kaidah perkalian, dapat disimpulkan bahwa terdapat $12 \cdot 30 = 360$ siswa di sekolah tersebut.

Pemecahan prosedur bisa jadi tidak dua pekerjaan saja, bisa lebih dari dua. Oleh karena itu dikenalkan perluasan dari kaidah perkalian.

Perluasan Kaidah Perkalian
Misalkan suatu prosedur berturut-turut terdiri dari $P_{1}, P_{2}, \ldots, P_{m}$ pekerjaan. Jika masing-masing pekerjaan $P_{i}$ bisa dilakukan dengan $n_{i}$ cara untuk $i= 1,  2, 3, \cdot, m$ maka terdapat $\boldsymbol{n_{1} \cdot n_{2} \cdot n_{3} \cdots n_{m}}$ cara untuk menyelesaikan prosedur tersebut.

Contoh 4
Berapa banyak plat kendaraan bermotor yang bisa dibuat jika plat kendaraan terdiri dari dua huruf diikuti empat digit bilangan dan paling belakang dua huruf?

Pembahasan Contoh 4
Terdapat 26 huruf alfabet untuk masing-masing pilihan membuat huruf dan ada 10 angka untuk pilihan membuat bilangan. Akibatnya, berdasarkan kaidah perkalian terdapat total jumlah $\boldsymbol{26 \cdot 26 \cdot 10 \cdot 10 \cdot 10 \cdot 10 \cdot 26 \cdot 26 = 26^{4} \cdot 10^{4} = 4.569.760.000}$

Contoh 5
Berapa banyak fungsi yang bisa dibentuk dari sutu himpunan dengan $m$ elemen ke suatu himpunan dengan $n$ anggota?

Pembahasan Contoh 5
Diketahui banyak anggota domain adalah $m$ dan banyak anggota kodomain adalah $n$ anggota. Prosedur untuk membuat membuat fungsi adalah memasangkan tepat satu setiap anggota domain ke anggota kodomain sehingga terdapat $n$ cara pemasangan. Karena anggota domain sebanyak $m$, maka berdasarkan kaidah perkalian diperoleh $\boldsymbol{n \cdot n \cdot \cdots \cdot n = n^{m}}$ fungsi yang terbentuk.

Contoh 6
Pada suatu sistem penomeran HP terdapat bebarapa aturan untuk membedakan provider dan signal yang digunakan. Suatu nomor HP terdiri 10 digit bilangan yang dibagi menjadi tiga digit kode provider, tiga digit wilayah dan empat digit kode unik tiap HP.  Misalkan format $X$ menyatakan digit 0 sampai 9, format  $N$ membolehkan bilangan 2 sampai 9 sedangkan format $Y$ hanya untuk bilangan 0 dan 1.

Suatu pemerintahan daerah menetapkan aturan penomeran HP di wilayahnya dengan format $NYX-NNX-XXXX$. Berapa banyak nomor HP yang mungkin dengan aturan ini?

Pembahasan Contoh 6
Berdasarkan kaidah perkalian terdapat $8 \cdot 2 \cdot 10 = 160$ kode provider dengan format $NYX$ dan $8 \cdot 8 \cdot 10 = 640$ kode wilayah dengan format $NNX$. Dengan cara serupa diperoleh $10\cdot 10 \cdot 10 \cdot 10 = 10000$ kode unik tiap HP. Oleh karena itu, berdasarkan kaidah perkalian lagi, banyak nomer HP yang mungkin sebanyak $\boldsymbol{160 \cdot 640 \cdot 10000 = 1.024.000.000}$.

Kaidah Penjumlahan 

Jika sebuah pekerjaan bisa dikerjakan dengan $n_{1}$ cara atau dengan $n_{2}$ cara, dimana himpunan dari $n_{1}$ cara tidak ada yang sama dengan himpunan $n_{2}$ cara. Maka terdapat $\boldsymbol{n_{1}+n_{2}}$ cara untuk mengerjakan pekerjaan tersebut. 

Kata kunci yang bisa Anda garis bawahi pada kaidah penjumlahan di atas adalah prosedur bisa dilakukan salah satu diantara dua pekerjaan yang dua pekerjaan tersebut berbeda semua. Kaidah penjumlahan bisa Anda pelajari penggunaannya pada beberapa conoth berikut

Contoh 7
Andaikan mahasiswa matematika dipilih untuk mewakili tim suatu olimpiade matematika. Berapa banyak pilihan dari perwakilan ini jika terdapat 37 mahasiswa laki-laki dan 83 mahasiswa perempuan?

Pembahasan Contoh 7
Terdapat 37 cara memilih mahasiswa laki-laki dan 83 cara memilih mahasiswa perempuan. Memilih mahasiswa laki-laki tidak akan sama dengan memilih mahasiswa perempuan untuk perwakilan ini. Berdasarkan aturan penjumlahan, maka terdapat $\boldsymbol{37+83=120}$ cara yang mungkin untuk memilih perwakilian.

Seperti halnya kaidah perkalian yang bisa diperluas, kaidah penjumlahan juga bisa diperluas sebagaimana di bawah ini.

Perluasan Kaidah Perkalian
Misalkan suatu pekerjaan bisa dikerjakan dengan salah satu dari $n_{1}$ cara, salah satu dari $n_{2}$ cara, $\cdots$ ,atau salah satu dari $n_{m}$ cara, dimana tidak ada himpunan $n_{i}$ cara mengerjakan pekerjaan yang sama seperti pada himpunan $n_{j}$ cara, untuk setiap pasangan $i$ dan $j$ dengan $1 \leq i \leq j \leq m$. Maka banyak cara untuk mengerjakan pekerjaan adalah $\boldsymbol{n_{1}+n_{2}+\cdots+n_{m}}$ cara.


Contoh 8
Seorang pelajar bisa memilih sebuah tugas Matematika dari tiga kelompok. Ketiga kelompok tersebut secara berurutan masing-masing terdiri dari 23, 15 dan 19 tugas. Tidak ada tugas yang terletak dalam dua kelompok atau lebih. Berapa banyak pilihan tugas pelajar tersebut dari ketiga kelompok?

Pembahasan Contoh 8
Pelajar bisa memilih tugas dari ketiga kelompok tersebut yang tidak ada tugas yang sama dalam kelompok tersebut. Berdasarkan aturan penjumlahan, terdapat $\boldsymbol{23+15+19=57}$ cara untuk memilih tugas.$$--\star\star\star--$$
Baca selengkapnya

Soal Ujian Akhir Matematika Diskrit



Soal

Soal No. 1
Berapa banyak solusi dari persamaan $x_{1}+x_{2}+x_{3}+x_{4}=16$ yang dipunya dengan $x_{1},x_{2},x_{3},x_{4}$ adalah bilangan bulat nonnegatif?


Soal No. 2
Berapa peluang bilangan bulat positif yang habis dibagi 3 atau 5 terpilih secara acak dari himpunan semua bilangan bulat positif tak lebih dari 50 !


Soal No. 3
Tentukan barisan $(a_{n})$ dari fungsi pembangkit biasa $P(x)=\frac{1}{1-3x}+\frac{4x}{1-x}$ !


Soal No. 4
Temukan solusi dari relasi rekursif $a_{1}=9, a_{n}=8a_{n-1}+10^{n-1}$ dengan menggunakan fungsi pembangkit!

Solusi

Soal No. 1
Solusi yang dimaksud adalah dengan kombinasi 16 item dari himpunan dengan 4 elemen dengan perulangan. Jadi, $$  C(4+16-1,16)=C(19,16)=\frac{19\cdot 18 \cdot 17}{1\cdot2\cdot3}$$Oleh karena itu solusi dari persamaan yang dimaksud adalah sebanyak $\textbf{969}$.


Soal No. 2
Misalkan $E_{1}$ adalah kejadian bilangan bulat terpilih acak yang habis dibagi 3. $E_{2}$ adalah kejadian bilangan bulat terpilih acak yang habis dibagi 5. Selanjutnya, jadi, $E_{1} \cap E_{2}$ adalah kejadian bilangan bulat terpilih acak yang habis dibagi 3 dan 5. Karena $|E_{1}|=16, |E_{2}|=10$ dan $|E_{1} \cap E_{2}|=3$ maka $$   p\left(E_{1} \cup E_{2}\right)=p(E_{1})+p(E_{2})-p\left(E_{1} \cap E_{2}\right)=\frac{16}{50}+\frac{10}{50}-\frac{3}{50}=\frac{23}{50}$$ Oleh karena itu peluang kejadian yang dimaksud adalah $\boldsymbol{\frac{23}{50}}$


Soal No. 3
$P(x)$ adalah fungsi pembangkit biasa dari barisan $(a_{n})$ maka $P(x)=\sum_{n=0}^{\infty}a_{n}x^{n}$. Sehingga diperoleh $$\begin{eqnarray*}      P(x) &=& \frac{1}{1-3x}+\frac{4x}{1-x} \\     &=& \sum_{n=0}^{\infty}(3x)^{n}+\sum_{k=0}^{\infty}4x\cdot x^{k} \\      &=& \sum_{n=0}^{\infty}3^{n}x^{n}+\sum_{k=0}^{\infty}4x^{k+1}\\       &=& \sum_{n=0}^{\infty}3^{n}x^{n}+\sum_{n=1}^{\infty}4x^{n}    \end{eqnarray*}$$    Oleh karena itu barisan $(a_{n})$ adalah $$        (a_{n})=\left\{\begin{array}{cc}               1,~~~~~~~ & n=0 \\                        3^{n}+4, & n>0                      \end{array}        \right.$$   


Soal No. 4
Misalkan $a_{0}=1$ dan $P(x)=\sum_{n=0}^{\infty}a_{n}x^{n}$ adalah fungsi pembangkit biasa dari barisan $a_{0},a_{1},\cdots$. Selanjutnya bagian rekursif dikalikan dengan $x_{n}$ sehingga diperoleh $$     a_{n}x^{n}=8a_{n-1}x^{n}+10^{n-1}x^{n}$$ Langkah berikutnya kedua ruas dijumlahkan mulai dari $n=1$ untuk mendapatkan $$\begin{eqnarray*} P(x)-1  &=& \sum_{n=1}^{\infty}a_{n}x^{n}=\sum_{n=1}^{\infty}\left(8a_{n-1}x^{n}+10^{n-1}x^{n}\right) \\       &=& \sum_{n=1}^{\infty}8a_{n-1}x^{n}+\sum_{n=1}^{\infty}10^{n-1}x^{n} \\       &=& 8x\sum_{n=1}^{\infty}a_{n-1}x^{n-1}+x\sum_{n=1}^{\infty}10^{n-1}x^{n-1} \\    &=&8x\sum_{n=0}^{\infty}a_{n}x^{n}+x\sum_{n=0}^{\infty}10^{n}x^{n} \\  P(x)-1   &=&  8xP(x)+\frac{x}{1-10x}\\   P(x) &=& \frac{1-9x}{(1-8x)(1-10x)} \end{eqnarray*} $$    Dengan menggunakan pecahan parsial, diperoleh$$ P(x)=\frac{1}{2}\left(\frac{1}{1-8x}+\frac{1}{1-10x}\right)$$    Berdasarkan sifat pada deret kuasa diperoleh $$\begin{eqnarray}   P(x) &=& \frac{1}{2}\left(\sum_{n=0}^{\infty}8^{n}x^{n}+\sum_{n=0}^{\infty}10^{n}x^{n}\right) \\      &=& \sum_{n=0}^{\infty}\frac{1}{2}\left(8^{n}+10^{n}\right)x^{n} \end{eqnarray} $$Oleh karena itu solusi yang dimaksud adalah koefisien $x^{n}$ dari $P(x)$ yaitu $\boldsymbol{a_{n}=\frac{1}{2}\left(8^{n}+10^{n}\right)}$.
Baca selengkapnya