Showing posts with label matematika sd. Show all posts
Showing posts with label matematika sd. Show all posts

Seri Soal S01E001 - Persegi, Lingkaran dan Segitiga

soal haimatematika s01e001

Soal 001

Diketahui bentuk seperti gambar di bawah. Berapa luas daerah warna kuning dan merah!

soal haimatematika


Pembahasan Soal 001

Jika diperhatikan bentuk di atas merupakan gabungan seperempat lingkaran dengan segitiga sama kaki dan siku-siku.

Daerah berwarna merah seperti daun mempunyai luas dua kali dari seperempat lingkaran dikurangi luas segitiga. Mari kita hitung luas setengah daerah merah.\begin{eqnarray*}
 L_{\frac{1}{2}Daun}  &=& L_{\frac{1}{4} \odot } - L_{\triangle} \\
   &=&  \frac{\pi r^{2}}{4}-\frac{r^{2}}{2}\\
   &=& r^{2} \left(\frac{\pi}{4}-\frac{1}{2}\right)
\end{eqnarray*}Jadi luas daerah merah adalah \( L_{merah}= 2 r^{2} \left(\frac{\pi}{4}-\frac{1}{2}\right)\)  \( = \boldsymbol {r^{2} \left(\frac{\pi}{2}-1\right)} \). Sedangkan luas daerah kuning adalah luas persegi dikurangi seperempatr lingkaran, yaitu \( L_{kuning} = r^{2}- \frac{\pi r^{2}}{4} = \boldsymbol{ \left( 1 - \frac{\pi}{4} \right) r^{2}}\)

Baca juga : Kumpulan Soal Turunan

Soal 002

Perhatikan gambar dibawah ini. Berapa luas daerah kuning dan merah !
soal haimatematika


Pembahasan Soal 002

Seperti pada soal nomor 001 bahwa luas daerah berbetuk daun adalah\[L_{daun}=r^{2} \left(\frac{\pi}{2}-1\right)\]Pada gambar daun terdiri dari tiga macam ukuran yaitu \(r = 2 \) sebanyak 3, \( r = 3 \) sebanyak 1 dan \( r=4\) sebanyak 1.

Oleh karena itu, luas daerah merah adalah
\begin{eqnarray*}
 L_{merah}  &=& 3L_{daun2} + L_{daun3} + L _{daun4} \\
   &=&  3 \left( 2^{2} \left(\frac{\pi}{2}-1\right) \right) + 3^{2} \left(\frac{\pi}{2}-1\right)\\
   && + 4^{2} \left(\frac{\pi}{2}-1\right)\\
   &=& 37 \left(\frac{\pi}{2}-1\right)
\end{eqnarray*}Sedangkan daerah berwarna kuning merupakam selisih antara luas persegi dengan daerah berwarnah merah.
\begin{eqnarray*}
 L_{kuning}  &=& 6^{2} - 37 \left(\frac{\pi}{2}-1\right)\\
   &=&  73 - 37\frac{\pi}{2}
\end{eqnarray*}

Soal 003

Berapa panjang kurva berwarnah merah dari gambar di bawah ini!
soal haimatematika


Pembahasan Soal 003

Kurva berwarna merah di atas terdiri dari tiga bentuk daun. Masing-masing yang berbentuk daun mempunyai panjang seperempat keliling lingkaran.

Oleh karena itu, panjang kurva merah adalah\[P_{merah}=\frac{3}{4} \cdot 2\pi r =  \frac{3}{4} \cdot 2\pi 4 = 6 \pi \]

Soal 004

Perhatikan segitiga sama sisi dan daerah berwarna merah di bawah ini! Hitung luas daerah yang berwarna merah dan kuning
soal haimatematika


Pembahasan Soal 004

Karena segitiga sama sisi maka setiap sudutnya adalah \(60\) sehingga luas daerah berwarna kuning adalah setengah lingkaran yaitu\[L_{kuning}=\frac{\pi (6)^{2}}{2}=18 \pi\]Sedangkan luas daerah berwarna merah adalah selisih antara luas segitiga sama sisi dengan luas setengah lingkaran \[L_{merah}=L_{\triangle}-L_{\frac{1}{2} \odot}=\frac{\sqrt{3}}{4}(6)^{2}-\frac{\pi (6)^{2}}{2}=9\sqrt{3}-18\pi\]

Jangan Lewatkan : Alasan Sumur Bentuknya Bulat

Soal 005

Terdapat tiga lingkaran kecil saling bersinggungan dengan jari-jari sama yaitu \( r \). Ketiga lingkaran tersebut di dalam lingkaran besar dengan jari-jari 3 dan menyinggung dari dalam. Berapa nilai dari jari-jari r?

soal haimatematika


Pembahasan Soal 005

Langkah pertama adalah menambahkan ruas garis tambahan melewati pusat lingkaran kecil, seperti pada gambar berikut

soal haimatematika

Langkah berikutnya adalah mencari tinggi dari segitiga sama sisi yang terbentuk yaitu garis merah.

soal haimatematika

Menggunakan teorema Pythagoras diperoleh tinggi segitiga sama sisi (garis merah)\[h = \sqrt{(2r)^{2}-r^{2}}\]Berdasarkan sifat garis berat segitiga sama sisi, didapatkan bahwa "jari-jari" segitiga adalah \( \frac{2}{3} \) dari garis berat (garis tinggi segitiga sama sisi). Dengan kata lain panjang garis biru adalah \( \frac{2}{3}\sqrt{(2r)^{2}-r^{2}}\).

soal haimatematika

Jadi jari-jari lingkaran besar dinyatakan dalam jari-jari lingkaran kecil adalah\[R = r + \frac{2}{3}\sqrt{(2r)^{2}-r^{2}}=3\]Oleh karena itu, jari-jari lingkaran kecil adalah\[ r = \boldsymbol{6\sqrt{3} - 9}\]
\(--\star \star \) Mari Bermatematika dengan Ceria \( \star \star - -\)

Baca selengkapnya

Mengurutkan Bilangan Bulat - Matematika SMP

bilangan bulat


Bilangan bulat merupakan bilangan yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari hari selain bilangn asli. Coba Anda lihat di penggaris, termometer, jam dinding, spedometer pada sepeda motor dan mobil, dan sebagainya.

Lebih khusus sekarang Anda perhatikan bilangan bilangan yang tertera di termometer. Bilangan yang berada di dalam termometer menunjukkan suhu. Jika suhu panas maka bilangan yang ditunjukkan termometer berupa bilangan bulat positif. Suhu nol akan muncul jika termometer digunakan untuk mengukur suhu es yang beku. Sedangkan nilai negatif biasanya untuk benda yang mempunyai suhu relatif dingin.

#1. Pembagian Bilangan Bulat

Begitu juga pada bilangan bulat yang terbagi menjadi tiga bagian. Pada garis bilangan, angka yang berada di sebelah kanan nol disebut bilangan bulat positif dan bilangan bulat negatif yang di sebelah kiri angka nol.

Perhatikan pembagian bilangan bulat berikut

pembagian bilangan bulat

Jadi bilangan bulat dibagi menjadi tiga bagian yaitu bilangan bulat positif, nol dan bilangan bulat negatif. Angka nol adalah bilangan yang netral, tidak negatif ataupun positif.

Secara umum bilangan bulat dinotasikan dengan notasi $\mathbb{Z}$ dan didefinisikan dengan $$\mathbb{Z}=\{\cdots, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, \cdots\}$$

#2. Urutan Bilangan Bulat

Ketika Anda mengambil sebarang dua bilangan bulat maka Anda dapat mengetahui hubungan antara keduanya. Salah satu relasi tersebut adalah relasi urutan. Dua bilangan bulat dapat dibandingkan dengan tiga macam yaitu lebih besar, sama dengan dan lebih kecil. Urutan dua bilangan bulat pasti mempunyai satu dari tiga urutan tersebut.
Misalkan

    • 3 lebih besar dari pada 2 atau 3 > 2,
    • 3 sama dengan 3 atau 3 = 3,
    • -7 lebih kecil dari pada 7 atau -7< 7.

Namun apakah Anda dapat mengurutkan bilangan bulat ketika angka penyusunnya (digit) relatif banyak. Cara apa yang Anda gunakan untuk mengurutkan dua bilangan bulat tersebut?

Baik. Saya akan menjelaskan beberapa metode atau kriteria yang bisa Anda pakai ketika ingin mengurutkan dua bilangan bulat di bawah ini

  • Dua Bilangan Bulat yang Berbeda Tanda
    Bilangan bulat negatif selalu lebih kecil daripada bilangan bulat nonnegatif (bilangan bulat positif dan bilangan nol) berapapun digit penyusunnya.
    Misalkan
    • -2 lebih kecil dari pada  1 atau -2 < 1
    • -123 lebih kecil dari pada 0 atau -123 < 0 
    • -100 lebih kecil dari pada atau -100 < 100
  • Dua Bilangan Bulat Positif dengan Digit Berbeda
    Bilangan bulat positif dengan angka penyusun banyak akan lebih besar nilainya dengan bilangan bulat positif yang angka penyusunnya lebih sedikit.
    Misalkan
    • 1 lebih kecil dari pada 11 atau 1 < 11
    • 987 lebih kecil dari pada 1000 atau 987 < 1000
    • 1111 lebih besar dari pada 999 atau 1111 > 999
  • Dua Bilangan Bulat Negatif dengan Digit Berbeda
    Bilangan bulat negatif yang disusun dengan digit lebih banyak mempunyai nilai yang lebih besar dari pada bilangan negatif dengan angka penyusunnya lebih sedikit
    Misalkan
    • -1 lebih besar dari pada -11 atau -1 > -11
    • -987 lebih besar dari pada -1000 atau -987 > -1000
    • -1111 lebih kecil dari pada -99 atau -1111 < -999
  • Dua Bilangan Bulat Positif dengan Digit Sama
    Membandingkan dua bilangan bulat positif yang memiliki digit sama adalah dengan cara melihat angka yang paling kiri keduanya dan dibandingkan jika masih tetap sama maka bergerak ke kanan sampai terjadi urutan.
    Misalkan
    • 22 lebih besar dari pada 11 karena angka paling kiri dari keduanya yang paling besar adalah 2 sehingga 22 > 11.
    • 2345 lebih kecil dari pada 2350 karena pada dua digit dari kiri kedua bilangan sama yaitu 23, baru pada digit ketiga 5 lebih besar dari pada 4 sehingga 2345 < 2350.
  • Dua bilangan Bulat Negatif dengan Digit Sama
    Mengurutkan dua bilangan bulat negatif yang mempunyai angka penyusun sama dengan cara yang sama dengan proses sebelumnya, dua bilangan positif dengan digit sama. Urutan dilihat dari digit yang paling kiri jika belum lalu dilanjutkan digit disebelah kanannya sampai urutan terlihat.
    Misalkan
    • -11 lebih besar dari pada -22 karena digit yang paling kiri keduanya menunjukkan -1 > -2 sehingga -11 > -22
    • -2345 lebih besar dari pada -2344 karena tiga digit paling kiri sama yaitu -234. Urutan terlihat pada digit keempat yaitu -5<-4 sehingga -2345<2344.

Baca selengkapnya

Bicara Bilangan dalam Matematika

sejarah bilangan dalam matematika

Bilangan dipercaya dikenal pertama kali oleh manusia muncul pada bangsa yang bermukim di sepanjang aliran sungai. Bangsa mesir di sepanjang sungai Nil dan bangsa Babilonia yang hidup di sepanjang sungai Tigris mengenal bilangan untuk dijadikan perhitungan dalam kehidupan sehari-hari. Bilangan digunakan dalam perdagangan, penanggalan kalender, pengukuran luas tanah dan sebagainya.

Sampai saat ini, di era modern, kegunaan bilangan tetap bermain di sekitar perdagangan, kalender, perekonomian, pertanahan dan sebaginya. Tidak ada dalam kehidupan manusia yang lepas dari bilangan.

Sampai-sampai matematikawan kuno, Phytagoras, dalam falsafahnya menyatakan bahwa "Semua adalah bilangan", meskipun yang dimaksud dalam falsafah tersebut adalah bilangan rasional, bilangan yang dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan dua bilangan bulat dengan syarat penyebutnya bukan nol.

Ahli matematika yang hidup di tahun 1850an berkebangsaan Jerman, Leopold Kronecker, juga pernah mengatakan "Tuhan menciptakan bilangan bulat. Yang lainnya adalah hasil pekerjaan manusia".

#1. Bilangan Asli

Manusia dalam sejarahnya mengenal jenis bilangan pertama kali adalah bilangan asli. Bilangan asli digunakan untuk mewakili banyaknya sebuah objek nyata kala itu ataupun besaran dalam suatu pengukuran.

Misalkan banyak buah dalam karung, banyak hewan ternak yang mereka punya, panjang tongkat, tinggi rumah dan sebagainya.

Bilangan asli dinotasikan dengan hruf kapital $\mathbb{N}$ dan himpunan bilangan asli didefinisikan dengan$$\mathbb{N}=\{\cdots,1, 2, 3, 4, \cdots\}$$Seiring dengan semakin kompleks permasalahan maka perlu sistem bilangan yang baru.
Misalkan ketika tetangga mereka harus mengurangkan bilangan yang lebih kecil dengan bilangan yang lebih besar maka hasil yang diperoleh bukan lagi bilangan asli. Bilangan bulat negatif dikenalkan dalam kasus ini.

Oleh karena itu dikenalkan perluasan dari bilangan bulat yang mengenal bilangan negatif dan bilangan nol.

#2. Bilangan Bulat

Bilangan bulat sendiri berasal dari bahasa latin integer yang berarti semua atau bulat. Bilangan bulat terdiri dari bilangan bulat positif (baca bilangan asli), bilangan nol dan bilangan bulat negatif. Bilangan bulat dinotasikan dengan huruf kapital $\mathbb{Z}$,  singkatan dari kata Zahlen (bahasa jerman) yang berarti bilangan.

Himpunan bilangan bulat dinyatakan dengan $$\mathbb{Z}=\{\cdots, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, \cdots\}$$
Bilangan bulat ini selanjutnya dikembangkan dalam berbagai kajian oleh para matematikawan. Cabang matematika yang membahas khusus bilangan bulat adalah teori bilangan. Di dalam teori bilangan membahas sifat-sifat yang dimiliki bilangan bulat beserta istilah yang ada di dalam bilangan bulat.

Istilah yang dikenalkan dalam kajian bilangan bulat diantaranya bilangan prima yaitu bilangan yang tidak bisa dibagi kecuali oleh bilangan 1 dan bilangan itu sendiri. Bilangan fibonacci juga termasuk dalam topik bilangan bulat.

Bilangan fibonacci adalah barisan bilangan dengan pola nilai suku ditentukan oleh nilai dua suku sebelumnya. Misalkan barisan bilangan fibonacci adalah $$1,1,2,3,5,8,13,\cdots$$Bilangan fibonacci ternyata menunjukkan keajaiban tersendiri. Banyak bentuk di kehidupan nyata yang mempunyai pola seperti barisan fibonacci.

Selanjutnya manusia dalam kehidupan nyata mempunyai permasalahan yang tidak bisa diselesaikan dengan hanya bilangan bulat.

Misalkan dalam pengukuran panjang suatu tongkat. Jarang sekali dalam pengukuran tepat pada bilangan bulat, seringkali lebih atau kurang dari suatu bilangan bulat. Dalam kasus lainnya, ketika seseorang ingin membagi 6 kue ke 12 temannya. Agar 12 temannya mendapat bagian yang sama maka sebuah kue dibagi dua sama dan itu bukan bilangan bulat lagi.

#3. Bilangan Rasional

Perluasan dari bilangan bulat yang dimaksud adalah bilangan rasional seperti yang sudah disebut diatas. Bilangan rasional ini mempunyai bentuk pembagian dari dua bilangan bulat dengan aturan penyebut tidak boleh angka nol. Bilangan rasional dinotasikan dengan huruf kapital $\mathbb{Q}$  singkatan dari quoziente (bahasa italia) yang berarti pembagian.

Bentuk umum himpunan bilangan rasional didefinisikan dengan $$\mathbb{Q}=\left\{\frac{a}{b} : a,b \in \mathbb{Z}, b \neq 0\right\}$$

#4. Bilangan Irrasional

Pada waktu kejayaan Pythagoras dan para pengikutnya terdapat satu pengikut pythagoras yang bernama Hippasus of Metapontum yang membuat Pythagoras memusuhinya. Hal ini disebabkan karena Hippasus menemukan bahwa terdapat bilangan $\sqrt{2}$ yang tidak termasuk bilangan rasional.

Hippasus menemukan bilangan $\sqrt{2}$ dari teorema Pythagoras juga, yaitu panjang sisi miring segitiga siku-siku dengan panjang kaki sama yaitu satu

bilangan irrasional


Ternyata temuan Hippasus tentang bilangan irrasional tadi di kemudian hari ternyata benar. Beberapa matematikawan setelah itu mengenalkan bilangan irrasional lain yang terkenal diantaranya bilangan $\pi$, bilangan Euler $e$, golden ratio $\varphi$, dan akar kuadrat dari bilangan asli yang bukan kuadrat sempurna.

#5. Bilangan Riil

Gabungan dari bilangan rasional dengan bilangan irrasional dinamakan bilangan riil. Bilangan riil dinotasikan dengan huruf kapital $\mathbb{R}$.

Kata riil sendiri dikenalkan pertama kali oleh Rene Descartes pada abad 17 saat dia membedakan akar-akar polinomial yang dibagi menjadi dua yaitu akar riil (nyata) dan akar tak nyata (imajiner).

Bilanagn riil terkadang bisa direpresentasikan sebagai titik di dalam garis panjang, yang disebut garis riil. Satu titik di garis itu diasosiasikan dengan tepat satu bilangan riil.

#6. Bilangan Imajiner

Kemunculan pertama kali bilangan imajiner di kalangan ahli matematika dahulu kala suatu ketidaksopanan dan ketidakgunaan. Pada awal awalnya, bilangan imajiner jarang bisa dimengerti sehingga dianggap konsep yang tidak ada guna. Mulai dari Rafael Bombelli , Gerolamo Cardano, bahkan Rene Descartes yang memberikan nama imajiner itu sendiri.

Barulah pada abad 1700an sampai 1800an ahli matematika Leonhard Euler dan Carl Friedrich Gauss menggunakan bilangan imajiner dalam pekerjaannya. Sejak itu bilangan imajiner menjadi luas aplikasinya.

Bilangan imajiner dinyatakan sebagai perkalian antara bilangan riil dengan satuan imajiner yang dinotasikan dengan huruf $i$ yang mempunyai sifat $$i^{2}=-1$$Misalkan $7i$ adalah bilangan imajiner dengan kuadratnya adalah $-49$.

#7. Bilangan Kompleks

Bilangan kompleks merupakan bilangan yang bisa dituliskan sebagai penjumlahan bilangan riil murni dengan bilangan imajiner. Himpunan bilangan kompleks dinotasikan dengan huruf kapital $\mathbb{C}$ dan didefinisikan dengan $$\mathbb{C}=\{a+bi : a,b \in \mathbb{R}\}$$Jika bilangan riil dapat digambarkan suatu titik dalam garis riil, maka bilangan kompleks dapat direpresentasikan sebagai suatu titik dalam bidang koordinat kartesius dengan sumbu horisontal dinamakan sumbu riil dan sumbu vertikal dinamakan sumbu imajiner. Bidang ini disebut bidang kompleks.
Baca selengkapnya

Ternyata ini alasan kenapa sumur bentuknya lingkaran



Mungkin sebagian dari anda pernah bertanya. "Kenapa ya sumur bentuknya lingkaran?" atau "Koq jarang ya ditemui sumur yang bentuknya selain lingkaran" 

Jawaban yang diperoleh sepertinya hampir sama semua

"Ya dari dulunya memang begitu, Kalau tidak lingkaran ya bukan sumur, tempat sampah namanya tuh" 

Atau kalau tidak

"Kamu tuh tanyanya yang aneh aneh, kayak ga ada kerjaan saja, tanya yang lain saja!" 

Tapi, ngomong ngomong anda tahu kan lingkaran itu seperti apa, bagaimana sifatnya. 

Ya minimal masih ingat lah pelajaran SD dulu, tentang luas lingkaran dan volume benda ruang.

Oke oke saya tunjukkan sebagian 

Lingkaran mempunyai luas sama dengan perkalian antara bilangan pi dengan kuadrat jari-jarinya. Sekarang ingat? hehe

Perlu Anda ketahui, Lingkaran mempunyai keunikan tersendiri loh jika dibandingkan dengan bentuk yang lain.

Salah satunya, jika diberikan suatu ukuran keliling maka lingkaran adalah bentuk yang mempunyai luas terbesar. 

Ehmm.. Bingung...

Untuk lebih mudahnya perhatikan ilustrasi berikut

Bayangkan Anda diberi tali sepanjang 12 meter dan disuruh membuat bentuk dengan luas maksimal. 

Pilihan pertama Anda mungkin persegi  dengan sisi 3 meter dan Anda mendapat luas sebesar 9 meter kuadrat. 

Kalau Anda memilih bentuk segitiga dengan sisi 3, 4, dan 5 meter maka luas segitiga Anda 6 meter kuadrat. 

Jika persegi panjang yang Anda bentuk dengan panjang 4 meter dan lebar 2 meter maka dipastikan luas yang Anda peroleh 8 meter kuadrat.

Terakhir pilihan pada lingkaran. Bisa dipastikan luas yang bisa diperoleh kira-kira sebesar 11.5 meter kuadrat.

Horee..  Dapat deh luas terbesarnya 

Kembali ke masalah sumur. 

Andaikan selama 1 jam, tukang gali sumur mampu menggali dengan kedalaman 1 meter dan panjang galian (baca: keliling sumur) 120 cm. 

Jadi bentuk yang ideal untuk mendapatkan volume sumur maksimal adalah bentuk lingkaran (baca : silinder). Karena volume didapatkan dari luas alas dikalikan tinggi (kedalaman) dan pada kasus sumur, kedalaman mempunyai nilai yang sama. Luas alas saja yang bisa dimaksimalkan, yaitu dengan bentuk lingkaran. 

Anda tentunya lebih milih dapat volume sumur terbesar dong jika dengan waktu kerja menggali sumur sama. Katakanlah 1 hari. Itupun kalau tukang galinya sregep. haha

Hal ini juga serupa dengan alasan kenapa bentuk tempat air minum, gelas, mug berbentuk lingkaran atau silinder. 

Oiya satu lagi keistimewaan bentuk lingkaran pada sumur jika dilihat dari tutup sumur itu sendiri. 

Satu satunya bentuk tutup yang mudah dibuat dan tidak mungkin jatuh ke dalam sumur adalah lingkaran karena diameternya sama di setiap tempat. 

Terkadang untuk bercengkrama dengan Matematika tidak selalu harus berhitung. Bertanya "usil" atau rasa ingin tahu tentang keseharian Anda juga dapat dinikmati (bahkan) dengan Matematika tingkat dasar .

Bagaimana?? Ada yang mau usil bertanya.hihi

Ehh hampir lupa... Yang bisa jelasin kasus singkat tentang tutup sumur di atas silahkan komen di bawah ya . 

Kalau tidak ada, nanti saya jelaskan deh di postingan berikutnya. Sudah capek euy jari-jari goyang di atas keyboard dari tadi. 

Silahkan dishare jika Anda rasa bermanfaat. 



Baca selengkapnya